Bekasi
- Pagi itu hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 tepat satu hari menjelang Pertemuan
Silaturahim Ke – 6 PWG di Kerawang, kami
sempat ketar – ketir juga apakah bisa ikut hadir silaturahim dengan sedulur
Gadog. Namun, disisi lain kami juga tidak ingin mengecewakan sedulur –sedulur PWG
yang juga sudah jauh-jauh dan menyempatkan diri hadir.
Pasalnya,
saat itu badan kami memang terasa agak kurang sehat. Apalagi menjelang siang
itu, badan tambah ngga karuan menggigil kedinginan, padahal suhu tubuh panas. Mungkin itu yang dinamakan panas dingin alis “Meriang”.
Mungkin
karena dalam beberapa hari selama seminggu aktifitas pekerjaan kami agak padat.
Mulai hari Minggu 22 Agustus 2016 dari ngajak anak – anak refresing berkunjung
ke Planetarium, dilanjutkan Seninnya tugas ke Yogyakarta selama dua hari, dan
berikutnya lagi dapat tugas piket dan terakhir tugas ke Rumpin Bogor, akhirnya
badanpun ngedrop. Ditambah cuaca selama seminggu terakhir juga agak sedikit extreme.
Kalau
badan fit, sebenarnya kami ada rencana dan keinginan saat meluncur ke Kerawang menggunakan
sepeda kesayangan kami. Tapi kalau merasakan keadaan badan saat itu, Jangankan goes
ke Kerawang, pakai sepeda motor saja belum tentu juga mampu.
Yang
ada dalam benak kami saat itu, hanya berpikir bagaimana bisa sembuh dan sehat,
segar saat bangun esok harinya. Sehingga, seharian Sabtu itu kami habiskan untuk
istirahat tidur di rumah. Tak ada aktifitas hari itudan istirahat berharap bisa
pulih esok paginya.
Menjelang
Sabtu Sore, eh Ketua PWG tiba SMS kalau sedang mampir di Rumah Sdr Karjo yang
letaknya tak jauh dari rumah kami. Kami mau nyamperin namun kondisi badan lagi
tak bisa diajak kompromi. Ketua menanyakan bisa hadir tidaknya, kamipun tidak
bisa menjanjikan, namun akan berusaha untuk hadir.
Menjelang
Sabtu Malam sepertinya tak ada perubahan, padahal minum antangin dan dikerokin
oleh istri sudah. Sehingga kami putuskan untuk berobat ke klinik. Mekipun malam
itu sedikit hujan rintik-rintik, dengan diantar istri kami pergi berobat. Alhamdulillah
setelah pulang dari klinik langsung minum obat dan istirahat malam, pagi
harinya Minggu badan terasa agak enakan dan kami merasa bisa melucur ke
Kerawang.
Namun
untuk meluncur dengan sepeda motor, tampaknya kami ngga ingin ambil resiko karena
badan bakal ngedrop lagi. Pejalanan Bekasi Kerawang PP bukan jarak yang pendek.
Kamipun berpikir apakah mau ngompreng naik kendaraan umum atau bagaimana, eh teringat
Ali Sobri yang juga berniat datang. Kami coba menghubungi Ali dan berharap bisa
numpang, tapi ternyata yang bersangkutan ternyata batal hadir karena dia juga
merasa badan meriang dan habis muntah-muntah.
Akhirnya,
kamipun berpikir lagi, kalau naik motor sendiri ngga mungkin, kalau ngga hadir
juga ngga enak mengecewakan sedulur PWG yang sudah jauh-jauh ke Kerawang. Eh,
teringat kembali kepada Bobi yang sebelumnya mengutarakan berencana membawa
mobil. Alhamdulillah, setelah dihubungi ternyata masih ada space tempat duduk,
kamipun bisa bergabung atau nebeng ceritanya dan sampai juga di Kerawang kumpul
dengan sedulur Gadog.
Yah
singkat cerita, benar juga kata-kata bijak yang mengatakan “Selalu ada jalan
menuju Roma”. Tetapi tentunya dengan catatan dan kuncinya yakni selagi ada niat
dan usaha yang baik disertai doa, InsyaAllah akan selalu diberikan jalan keluar
ataupun kemudahan-kemudahan dalam segala urusan.
