PWG ----"Guyub Rukun Nang Perantauan Karo Kampunge"

Senin, 29 Agustus 2016

Selagi Ada Niat, Usaha Dan Doa, InsyaAllah Akan Selalu Ada Jalan Kemudahan

Bekasi - Pagi itu hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 tepat satu hari menjelang Pertemuan Silaturahim Ke – 6 PWG di Kerawang, kami sempat ketar – ketir juga apakah bisa ikut hadir silaturahim dengan sedulur Gadog. Namun, disisi lain kami juga tidak ingin mengecewakan sedulur –sedulur PWG yang juga sudah jauh-jauh dan menyempatkan diri hadir.

Pasalnya, saat itu badan kami memang terasa agak kurang sehat. Apalagi menjelang siang itu, badan tambah ngga karuan menggigil kedinginan, padahal suhu tubuh panas.  Mungkin itu yang dinamakan panas dingin alis “Meriang”.

Mungkin karena dalam beberapa hari selama seminggu aktifitas pekerjaan kami agak padat. Mulai hari Minggu 22 Agustus 2016 dari ngajak anak – anak refresing berkunjung ke Planetarium, dilanjutkan Seninnya tugas ke Yogyakarta selama dua hari, dan berikutnya lagi dapat tugas piket dan terakhir tugas ke Rumpin Bogor, akhirnya badanpun ngedrop. Ditambah cuaca selama seminggu terakhir juga agak sedikit extreme.

Kalau badan fit, sebenarnya kami ada rencana dan keinginan saat meluncur ke Kerawang menggunakan sepeda kesayangan kami. Tapi kalau merasakan keadaan badan saat itu, Jangankan goes ke Kerawang, pakai sepeda motor saja belum tentu juga mampu.

Yang ada dalam benak kami saat itu, hanya berpikir bagaimana bisa sembuh dan sehat, segar saat bangun esok harinya. Sehingga, seharian Sabtu itu kami habiskan untuk istirahat tidur di rumah. Tak ada aktifitas hari itudan istirahat berharap bisa pulih esok paginya.

Menjelang Sabtu Sore, eh Ketua PWG tiba SMS kalau sedang mampir di Rumah Sdr Karjo yang letaknya tak jauh dari rumah kami. Kami mau nyamperin namun kondisi badan lagi tak bisa diajak kompromi. Ketua menanyakan bisa hadir tidaknya, kamipun tidak bisa menjanjikan, namun akan berusaha untuk hadir.

Menjelang Sabtu Malam sepertinya tak ada perubahan, padahal minum antangin dan dikerokin oleh istri sudah. Sehingga kami putuskan untuk berobat ke klinik. Mekipun malam itu sedikit hujan rintik-rintik, dengan diantar istri kami pergi berobat. Alhamdulillah setelah pulang dari klinik langsung minum obat dan istirahat malam, pagi harinya Minggu badan terasa agak enakan dan kami merasa bisa melucur ke Kerawang.

Namun untuk meluncur dengan sepeda motor, tampaknya kami ngga ingin ambil resiko karena badan bakal ngedrop lagi. Pejalanan Bekasi Kerawang PP bukan jarak yang pendek. Kamipun berpikir apakah mau ngompreng naik kendaraan umum atau bagaimana, eh teringat Ali Sobri yang juga berniat datang. Kami coba menghubungi Ali dan berharap bisa numpang, tapi ternyata yang bersangkutan ternyata batal hadir karena dia juga merasa badan meriang dan habis muntah-muntah.

Akhirnya, kamipun berpikir lagi, kalau naik motor sendiri ngga mungkin, kalau ngga hadir juga ngga enak mengecewakan sedulur PWG yang sudah jauh-jauh ke Kerawang. Eh, teringat kembali kepada Bobi yang sebelumnya mengutarakan berencana membawa mobil. Alhamdulillah, setelah dihubungi ternyata masih ada space tempat duduk, kamipun bisa bergabung atau nebeng ceritanya dan sampai juga di Kerawang kumpul dengan sedulur Gadog.


Yah singkat cerita, benar juga kata-kata bijak yang mengatakan “Selalu ada jalan menuju Roma”. Tetapi tentunya dengan catatan dan kuncinya yakni selagi ada niat dan usaha yang baik disertai doa, InsyaAllah akan selalu diberikan jalan keluar ataupun kemudahan-kemudahan dalam segala urusan.