Siapa yang
tak kenal yang namanya singkong yang
merupakan jenis tanaman yang dapat diolah menjadi bermacam-macam makanan dengan
cita rasa yang bervariasi. Ya, memang begitulah hebatnya singkong, salah satunya di daerah Banyumas, selain diolah menjadi makanan bernama gethuk goreng, lanthing, keripik singkong, combro, tiwul, tape, ada lagi singkong juga diolah menjadi makanan dengan nama Gembus.
Selain makanan Mendoan, makanan Gembus adalah salah makanan khas Banyumasan yang menjadi faforit saya
sejak kecil hingga sekarang.
Selain Banyumas, Gembus juga ada di wilayah meliputi sekitaran banyumas antara lain Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap. Kalau pulang kampung, atau orang tua dan saudara datang biasanya tak ketinggalan penulis selalu pesan untuk dibawain oleh-oleh makanan Gembus.
Selain Banyumas, Gembus juga ada di wilayah meliputi sekitaran banyumas antara lain Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap. Kalau pulang kampung, atau orang tua dan saudara datang biasanya tak ketinggalan penulis selalu pesan untuk dibawain oleh-oleh makanan Gembus.
Proses pembuatan Gembus tidaklah
rumit, dimulai dari sebuah singkong yang dibuat menjadi tepung kemudian diolah
sedemikian rupa dan dibentuk seperti gelang dan kering. Kemudian gembus yang masih
mentah tersebut digoreng sampai
mengembang dan empuk ketika digigit. Gembus enaknya memang dimakan ketika masih
anget-anget. Kalau sudah dingin, maka rasanya akan kurang terasa enak.
Bagi penulis, makanan Gembus menjadi
jajanan paling faforit di waktu kecil masih di kampung halaman ketika ada
pertunjukan layar tancap di lapangan atau pertunjukan wayang kulit, lengger dan pertunjukan lainnya ketika ada warga yang menggelar hajatan.
Di pinggir-pinggir jalanan memasuki tempat pertunjukan biasanya sudah berjajar pedagang yang menjajakan berbagai macam makanan, tak ketinggalan pedagang Gembus yang sudah siap dengan penggorengan dan kayu bakarnya. Kehangatan makanan Gembus memang dapat mengobati dinginnya malam saat menonton pertunjukan yang berlangsung hingga pagi.
Di pinggir-pinggir jalanan memasuki tempat pertunjukan biasanya sudah berjajar pedagang yang menjajakan berbagai macam makanan, tak ketinggalan pedagang Gembus yang sudah siap dengan penggorengan dan kayu bakarnya. Kehangatan makanan Gembus memang dapat mengobati dinginnya malam saat menonton pertunjukan yang berlangsung hingga pagi.
Yang menjadi khas-nya adalah Gembus tidak dibungkus plastik tetapi diikat dengan tali bambu sehingga itu menunjukan bahwa makanan tradisional memang sangat ramah terhadap lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar