PWG ----"Guyub Rukun Nang Perantauan Karo Kampunge"

Senin, 28 September 2015

Enaknya Gembus Banyumasan

Siapa yang tak kenal yang namanya singkong yang merupakan jenis tanaman yang dapat diolah menjadi bermacam-macam makanan dengan cita rasa yang bervariasi.  

Ya, memang begitulah hebatnya singkong, salah satunya di daerah Banyumas, selain diolah menjadi makanan bernama gethuk goreng, lanthing, keripik singkong, combro, tiwul, tape, ada lagi singkong juga diolah menjadi makanan dengan nama Gembus. 

Selain makanan Mendoan, makanan Gembus adalah salah makanan  khas Banyumasan yang menjadi faforit saya sejak kecil hingga sekarang. 

Selain Banyumas, Gembus juga ada di wilayah meliputi sekitaran banyumas antara lain Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap. Kalau pulang kampung, atau orang tua dan saudara  datang biasanya tak ketinggalan penulis selalu pesan untuk dibawain oleh-oleh makanan Gembus.

Proses pembuatan Gembus tidaklah rumit, dimulai dari sebuah singkong yang dibuat menjadi tepung kemudian diolah sedemikian rupa dan dibentuk seperti gelang dan kering. Kemudian gembus yang masih mentah tersebut  digoreng sampai mengembang dan empuk ketika digigit. Gembus enaknya memang dimakan ketika masih anget-anget.  Kalau sudah dingin, maka rasanya akan kurang terasa enak.

Bagi penulis, makanan Gembus menjadi jajanan paling faforit di waktu kecil masih di kampung halaman ketika ada pertunjukan layar tancap di lapangan atau pertunjukan wayang kulit, lengger dan pertunjukan lainnya ketika ada warga yang menggelar hajatan. 

Di pinggir-pinggir jalanan memasuki tempat pertunjukan biasanya sudah berjajar pedagang yang menjajakan berbagai macam makanan, tak ketinggalan pedagang Gembus yang sudah siap dengan penggorengan dan kayu bakarnya. Kehangatan makanan Gembus memang dapat mengobati dinginnya malam saat menonton pertunjukan yang berlangsung hingga pagi.

Gembus digoreng dengan cara dipasang pada batang besi lalu dicelupkan di wajan dengan minyak goreng panas. Pembeli bisa sambil makan didepannya atau bisa juga bisa dibawa sambil nonton pertunjukan. 

Yang menjadi khas-nya adalah Gembus tidak dibungkus plastik tetapi diikat dengan tali bambu sehingga itu menunjukan bahwa makanan tradisional memang sangat ramah terhadap lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar